Bukan Hanya Boleh Dan Jangan, Tapi Juga Beri Anak Penjelasan
Materi 17: Teknik Komunikasi
"Menyebutkan Alasan Saat Mengajarkan"
Mari sejenak kita belajar metode Lukman dalam mengajarkan nilai kepada anak. Allah ta'ala berfirman,
وَإِذْ قَالَ لُقْمَٰنُ لِٱبْنِهِۦ وَهُوَ يَعِظُهُۥ يَٰبُنَىَّ لَا تُشْرِكْ بِٱللَّهِ ۖ إِنَّ ٱلشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ
"Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: "Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kedzaliman yang besar"." (QS. Luqman : 13)
Mari kita perhatikan bagaimana Luqman melarang anaknya untuk berbuat kesyirikan. Lalu kemudian disertai dengan Ta'lil atau alasan; bahwa syirik itu kedzaliman yang paling besar.
Terkadang kita mencerminkan pola asuk zaman dahulu yang jarang sekali menekankan alasan saat memberi perintah atau larangan. Hanya sekedar kata: pamali, saru, pantangan, dll.
Pun kadang kalaupun memakai alasan, namun alasan yang tidak benar. Justru ini malah menjadi pembodohan dan mengarah pada kesyirikan.
"Nak, kalau menyapu yang bersih. Kalau tidak bersih, nanti pasanganmu brewokan."
"Nak, kalau makan harus dihabiskan, kalau tidak nanti ayamnya mati."
"Nak, jangan duduk diatas bantal, nanti bisulan."
"Nak, jangan duduk didepan pintu, nanti sulit dapet jodoh."
Jika kita memerintah dan melarang anak, dengan alasan yang benar, maka akal mereka akan terpuaskan. Sehingga mereka lebih mudah menerima nasehat dari kita selaku orang tua.
Misalnya"
"Nak, menyapunya yang bersih yah. Karena Allah itu Maha Indah dan menyukai keindahan."
"Nak, kalau makan harus dihabiskan. Syukuri nikmat makanan. Jangan dibuang-buang, sebab bisa jadi banyak saudara kita yang saat ini sedang kelaparan."
"Nak, duduk diatas kursi saja, tidak pantas kalau diatas bantal. Nanti kalau buang angin diatas bantal gimana coba? Bantal itu untuk alas kepala saat tidur. Kurang santun dan sopan."
"Nak, duduk diatas kursi saja yah. Kalau duduk didepan pintu, nanti meyusahkan Ayah Bunda untuk masuk. Juga, menghalangi tamu kita yang mau masuk. Padahal kan kita disuruh Nabi untuk memuliakan tamu."
Suatu kali di Hotel Darul Iman Mekkah, Ustadz Sofyan Baswedan pernah berkata kepada Kak Erlan,
"Antum tau? Tahapan apa yang sering kali dilewati dan tidak dipedulikan dalam mendidik dan mengajarkan anak-anak kita? Yaitu tahap untuk memahamkan dan menerangkan alasan, saat mengajarkan."
Mari mendidik dan mengajarkan anak kita dengan cinta dan alasan; Menyentuh akal dan perasaan.
*Boleh disebarluaskan untuk menambah manfaat secara luas, dengan tetap menyertakan sumber.
Sumber:
WAG Parenting - Ta'lim Anak As Sunnah bersama Kak Erlan
Comments
Post a Comment