Mengajarkan Anak Balita Sholat, Memang Bisa?
Tanya Jawab
Nama: Ummu Abrizam
Domisili: Surabaya
Pertanyaan:
Anak saya laki-laki usia 5 tahun lebih. Kalau diajak untuk melaksanakan shalat masih malas-malasan, terkadang marah dan menangis. Insha Allah saya dan suami sudah mencontohkan shalat dirumah.
Bagaimana mengajak anak shalat agar dia mau? Karena shalat itu merupakan perintah Allah bukan, karena paksaan ibu dan ayahnya.
Bismillah.
MashaAllah, "malas-malasan" sholat artinya cukup sering sholat di usianya yang masih 5 tahun, Alhamdulillah merupakan prestasi yang cukup baik.
Karena perintah shalat bagi anak adalah di umur 7 tahun. Sebagaimana hadits Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam.
Cara efektif mengajarkan anak usia di bawah 7 tahun adalah dengan memberikan contoh teladan.
Pada usia 5 tahun anak berada pada usia eksplorasi lebih luas dan perkembangan pesat pada kemampuan motoriknya.
Anak menjadi lebih aktif, mulai penasaran dengan hal baru yang lebih luas daripada sebelumnya, sehingga aktivitas sholat mungkin menjadi bosan bagi anak. Maka untuk kembali menguatkan aktivitas sholat, penasaran dengan sholat, serta senang dengan sholat, perlu ada pengkondisian perilaku.
Teori ini sering disebut dengan pengkondisian klasik atau classical conditioning. Diusia ini biasanya berhasil jika syarat-syaratnya terpenuhi, manfaatnya pun akan cenderung bertahan lama. Syaratnya adalah orangtua konsisten, tegas dan memiliki komunikasi yang baik dengan anak. Cara melakukannya bisa dengan cara berikut:
Pertama, batasi semua akses anak terhadap berbagai aktivitas menyenangkan saat waktu sholat tiba (misalnya smartphone, televisi, mainan, permainan atau semisalnya) biasanya jika waktu sholat tiba maka semua dibatasi, hingga waktu sholat berlalu atau hingga anak sholat.
Kedua, kondisikan untuk sholat bersama atau ditemani jika bunda sedang berhalangan.
Ketiga, apresiasi dan berikan masukan pada anak tentang sholatnya.
Keempat, jika ingin lebih kuat efeknya maka buat bersama anak perjanjian mengenai buku bintang. Jika anak berhasil sholat maka diberi 1 bintang dibukunya, orangtua konsisten memantau dan memberi bintang (bagi anak, bintang adalah apresiasi yang keren), jika sudah satu minggu perolehan bintang bisa dihitung dan bisa ditukar hadiah sesuai kesepakatan, misalnya eskrim, coklat, mainan atau semisalnya. Usahakan untuk mengajari anak berjuang mendapatkan sesuatu dengan usaha, dan jangan berlebihan memberikan uang, makanan, mainan, smartphone dan sebagainya, karena sesuatu yang berlebihan tadi dapat mematikan sensitifitas dan empati anak.
Usahakan anak belajar bahwa untuk mendapat sesuatu mereka harus berusaha walau sekedar meminta dengan sopan atau diajari untuk selalu berdoa terlebih dahulu, lebih bagus jika anak diminta berusaha untuk mendapat sesuatu yang besar. Kondisi ini membantu membentuk perilaku anak sesuai dengan apa yang diinginkan orangtua syaratnya konsisten, tegas dan komunikasi.
Terakhir, jangan lupa untuk berdoa, sebagaimana doanya Nabi Ibrahim;
Rabbi ij'alnii muqiimash sholaati wa min dzurriyyatii.
Allahu a'lam.
Nama: Rina Ummu Alisha
Domisili: Cikarang
Pertanyaan:
Anak saya usia 5 tahun seringkali sulit kalau diajak sholat. Bagaimana seharusnya mulai mengajarkan sholat pada usia tersebut, apakah boleh dipaksa atau menunggu usia 7 tahun?
Bismillah.
Jawabannya adalah tidak boleh dipaksa karena perintah sholat bagi anak adalah di usia 7 tahun. Sehingga tidak boleh memaksa anak pada usia dibawah 7 tahun tersebut.
Sebagaimana hadits Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam.
مُرُوْا أَوْلَادَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَهُمْ أَبْنَاءُ سَبْعِ سِنِيْنَ ، وَاضْرِبُوْهُمْ عَلَيْهَا وَهُمْ أَبْنَاءُ عَشْرِ سِنِيْنَ ، وَفَرِّقُوْا بَيْنَهُمْ فِي الْمَضَاجِعِ
"Suruhlah anak kalian sholat ketika berumur tujuh tahun. Dan pukullah mereka ketika berusia sepuluh tahun (jika mereka meninggalkan sholat). Dan pisahkanlah tempat tidur mereka (antara anak laki-laki dan anak perempuan)". (HR. Abu Daud).
Dilanjutkan dengan menggunakan cara yang telah diterangkan pada pertanyaan sebelumnya.
*Boleh disebarluaskan untuk menambah manfaat secara luas, dengan tetap menyertakan sumber.
Sumber:
WAG Parenting - Ta'lim Anak As Sunnah bersama Kak Erlan
Comments
Post a Comment